Friday, May 8, 2020

Wahai Kaum Rebahan, Bangkitlah !



Bismillahirrahmanirrahim...
Saya ingin sedikit berbagi motivasi, terutama untuk diri sendiri dan bagi generasi rebahan saat ini.  Saya ingin berbagi tentang salah satu penggalan surah cintanya Allah. Surah yang sering kali kita baca, sejak kecil setelah pelajaran di sekolah usai dan sebelum pulang kita sering membacanya bersama teman sekelas, termasuk surah yang sering kita baca di shalat-shalat kita (karena tergolong surah pendek^^) dan kita pun sudah sangat hafal dengan artinya. Ada yang bisa menebaknya? Yaa, dialah Qs Al-Ashr. Ternyata surah ini menyimpan rahasia yang begitu sangat luar biasa.

Allah Azza wajalla berfirman:
وَٱلۡعَصۡرِ ١  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al-Ashr:1-3)

Well mari kita coba menguliknya lebih dalam,surah ini diawali dengan ayat wal asr, yang artinya demi waktu yang akan habis. Ya, Allah bersumpah demi waktu, yang menandakan begitu berharganya waktu itu tiap detiknya. Iman syafi’i pernah berkata :

“Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan”

Jika waktu ini tidak kita gunakan untuk beribadah kepada Allah maka kita akan gunakan untuk bermaksiak, waktu kita banyak dihabiskan oleh hal yang sia-sia, rebahan santuy, nonton drakor, scroll-scroll IG dan berselancar di media sosial sampai kita lupa waktu.

Kemudian di ayat selanjutnya, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalan kerugian. Kalau menurut  penjelasan dari Ustadz Nouman Ali Khan, bayangkan kita seperti orang yang tenggelam dan pingsan sedangkan waktu kita terbatas dan akan running out. Apa hal yang pertama kali harus dilakukan agar bisa bertahan hidup? Of course... Wake up !!! Jika kita tetap dalam kondisi pingsan tentunya kita akan tamat. Walaupun, saat itu kita sedang bermimpi indah, menikmati hidup. Dan ketika kita bangun, kemudian kita katakan, Oh no.. kenyataan ini sangat buruk, padahal tadi kita lagi bermimpi indah, sebaiknya saya tidur saja kembali. Kita tidak menerima kenyataan.  Ya, kita di dunia ini sangaat merugi, kalau kita hanya mengikuti kesenangan dunia ini yang begitu sangat menyilaukan dengan segala perhiasannya.

Next, lanjutan ayatnya, ternyata ada pengecualian, bagi orang-orang yang segera sadar dari mimpi indahnya dan bangkit serta menyelamatkan orang lain yang juga tenggelam. Karena jika kita membiarkan mereka tenggelam, mereka akan kembali menarik kita ke dasar laut. Ya, merekalah orang-orang yang beriman kemudian melakukan amalan shaleh dan memperbaiki keadaan orang-orang di sekitarnya saat itu. Lantas apalagi yang mereka lakukan? Mereka menyampaikan kebenaran, apakah hanya sekedar menyampaikan? Ternyata tidak, mereka harus membangunkannya. Dan mengulang-ngulangnya kembali, mungkin kita merasa bosan dan hilang kesabaran karena Allah melanjutkan di ayat selanjutnya, bahwa kita harus sabar yang berarti konsisten, tekun, tabah, dan fokus pada tujuan dalam melaksanakannya. Karena ini berkaitan dengan keselamatan hidup kita sendiri juga. Jadi, meski kita punya iman, amal shaleh, menyebarkan kebenaran. Namun kita tidak sabar, maka kita akan masih tetap akan tenggelam.  Jadi, keempatnya harus terpenuhi, yaitu iman, good deeds, told the truth, and sabr. All is important.

                Masyaa Allah, surah ini mengajarkan hakikat kehidupan kita sebagai manusia dan menjadi mood booster untuk kita sebagai manusia agar segera bangkit dan melakukan perubahan di waktu yang terbatas ini. Waktu kita di dunia singkat, namun sangat menentukan selamat atau tidaknya kita di keabadian kelak. Dan tidak terbatas manusia itu memikirkan dirinya sendiri, yang jelas kita sudah shaleh, sudah shalat, sedekah, puasa, dan ibadah lainnya, dan mencukupkan ibadah untuk dirinya sendiri. Namun, kita juga harus menshalehkan orang-orang di sekitar kita (berdakwah). Jadi, dakwah itu tugas semua umat muslim, bukan hanya tugasnya para ulama, tapi kita semua diperintahkan untuk mengambil bagian untuk melakukan perubahan di muka bumi ini, demi tegaknya agama Allah. Dan kita pun harus bernafas panjang di jalan dakwah ini, karena tugas ini adalah tugas sepanjang hayat, meski banyak-banyak bersabar di dalamnya. Dan kesuksesan kita dalam menjalankan tugas dakwah ini itu tidak mesti harus kita melihat kemenangannya saat ini juga, tapi bagaimana kita bisa terus fighting mempertahankan Islam ini sampai akhir hayat kita.


No comments:

Post a Comment